Pesantren Harus Menjawab Tantangan Zaman

Pasang surut pesantren telah menyatu bersama keberadaan negeri ini. Zaman penjajahan, kaum santri dengan gagah berani mengusir penjajah. Kita mengenal sosok KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdhatul Ulama dengan resolusi jihadnya. Kita mengenal KH Ahmad Dahlan dengan perguruan Muhammadiyahnya. Semua amat gigih berjuang melawan penjajah Belanda.

Pada zaman peralihan orde lama ke orde baru tahun 1965, kaum santri punya andil besar dalam membungkam pemberontakan PKI di Indonesia.

Sekarang banyak tokoh nasional yang berlatar belakang pesantren. Baru saja kita mendengar kabar duka wafatnya KH Hasyim Muzadi, Allahu yarham mantan Ketua PBNU alumni Pesantren Gontor yang mendirikan Pesantren Al-Hikam. Kita kenal Prof DR. Din Syamsudin, DR. Hidayat Nur Wahid yang juga alumni pesantren, dan masih banyak lagi. Dengan demikian pesantren tidak boleh dipandang sebelah mata, demkian disampaikan KH Sudarman Ibnu Murtadho, Lc dalam pembukaan Open Day Care SMPIT ICS, Sabtu, 18 Maret 2017.

“Di era sekarang, Pesantren atau istilah sekarang Boarding School harus bisa menjawab tantangan di zamannya. Misalnya bidang Information Technology (IT), Pesantren juga tidak boleh ketinggalan. Harus dirumuskan pola agar terjaga nilai asholah atau keaslian jiwa pesantren dengan al-Qur’an dan al-Hadistnya, namun juga dapat menguasai IT sebagai sarana pengembangan dakwah atau tathwir. Dengan demikian tidak terjadi kejumudan atau kemandegan yang sifatnya monoton dalam pesantren.” imbuh Pak Kyai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *