SIT Lahir Untuk Perbaikan dan Menjawab Tantangan Zaman

Tidak dapat dipungkiri, bahwa kita berada pada kondisi dimana para generasi mudanya yang mempunyai akhlak disorientasi nilai, tawuran, narkoba, hedonisme, seks bebas, dan lain-lain.

Sementara tantangan dunia pendidikan dihadapkan dengan kemajuan zaman, dikotomi pendidikan, sekularisme, kurikulum yang tidak sesuai dengan nilai Islam.

“Nah untuk memperbaiki keadaan dan menjawab tantangan tersebut diatas, maka lahirlah Sekolah Islam Terpadu (SIT).” kata H. Untung Triantoro, MM pada Seminar ODC ICS, Sabtu, 18/03/2017.

“Keterpaduan akan terlihat dalam integrasi aspek hidup islami dalam setiap aktifitas, memadukan kurikulum pendidikan nasional dan pendidikan islam, tenaga pendidik, lembaga, keluarga, lingkungan masyarakat, serta budaya. Karena semua mempunyai keterkaitan yang tidak bisa diabaikan satu sama lainnya.” ungkap Sekjen Pramuka SIT Indonesia.

H Untung, sapaan akrabnya menambahkan, “Sebagaimana konsep Islam yang mempunyai sifat syumuliyah atau menyeluruh, tidak boleh dikesampingkan walau hanya satu bagian ataupun satu ayat dari Al-Qur’an”.

“Dalam konsep SIT, semuanya harus tersajikan, terinternalisasi dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat maupun dalam pemerintahan.” tegasnya.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *