Wafa Sang Orator Dari ICS

Muhammad Shiddiqul Wafa remaja putra kelahiran tahun 2003, anak ketiga dari enam bersaudara buah hati pasangan Abdul Fattah dan Alfu Hilyatin ini berhasil meraih sejumlah prestasi yang jarang bisa diraih secara bersamaan.

Wafa, panggilan akrabnya, berhasil menyabet Juara Pertama Lomba Hifdzil Hadits dalam kegiatan Musabaqah Tahfidzul Qur’an (MUSTAHZAN) se-Jabodetabekser yang diadakan oleh Pondok Pesantren Fajrul Karim Cinangka Kabupaten Serang, Banten

Santri yang hobi bermain badminton dan bercita-cita ingin jadi seorang guru ini juga aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah Insan Cita Serang (OSIS ICS) Bidang Pengembangan Bahasa. Dia-pun biasa membimbing dan memberi nasehat ke adik-adik kelasnya agar menjadi lebih baik.

“Setiap kita memiliki potensi masing-masing yang sangat besar nilainya. Hanya saja kita terlalu terlambat atau bahkan tidak menyadarinya. Ketika dihadapkan pada sebuah kesempatan maka ikut dan raih kesempatan itu dengan sempurna,” katanya dengan rendah hati.

“Untuk bisa meraih sebuah mimpi, saya yakin bahwa hanya butuh tekad yang kuat dan cara yang cermat. Tidak ada yang tidak bisa,  hanya saja ‘belum’ bisa. Jadi jangan pernah menyerah. Dan jangan sekali-kali melupakan seseorang yang telah berjasa dalam hidup kita dan orang yang telah memberikan kita ilmu. Agar ilmu yang kita dapat menjadi berkah.” tambah Wafa.

Ketika ditanya tentang apa yang memotivasinya agar semangat dalam belajar, Santri yang aktif di seni beladiri Thifan Tsufuk ini mengatakan kalau selalu berupaya berlomba-lomba dalam kebaikan dengan teman-teman di kelas. Saya berusaha agar tidak kalah dengan pencapaian-pencapaian mereka.

Sambil belajar ilmu agama, Wafa yang pernah orasi pada aksi peduli Rohingya di Serang ini, juga tidak lupa menyalurkan hobinya di bidang seni, dia tergabung dalam Tim Nasyid Iltizam Voice dan Tim Marawis ICS. Benar-benar sosok santri yang penuh talenta.

(Wafa Ketika Orasi Peduli Rohingya di Kota Serang)

“Saya suka seni itu karena penyebaran nilai islam yang indah dan toleran bisa melalui seni sehingga lebih mudah diterima oleh kalangan anak muda,” pungkasnya.

Dalam kesempatan wawancara melalui media sosial Whatsapp dengan Bapak Abdul Fattah, orangtua Wafa, ketika ditanya apa yang paling membanggakan dari diri Wafa, Ayahnya menjawab ” Yang paling membanggakan kami adalah kalau disuruh belanja atau mengerjakan sesuatu, Wafa tidak pernah banyak omong dan langsung mengerjakan”

“Harapan kami sebagai orangtua, Wafa bisa menjadi orang yang bertaqwa di manapun dan bermanfaat untuk Islam dan umat Islam” harap beliau

Dengan prestasi-prestasinya di atas podium, maka layaklah kita menyebutnya sebagai Sang Orator dari ICS.

Mari kita doakan semoga Wafa dan orangtuanya bisa meraih apa yang telah dicita-citakannya. Aamiin. (yah/fby)

 

Motto hidup:

Menjadi orang yang bermanfaat

Prestasi:

Juara II Tahfidz Al-Qur’an Juz 29-30  tahun 2014

Juara II Pidato Bahasa Arab Tingkat SMP Olimpiade JSIT Banten Barat 2016

Juara I  Pidato Tingkat SMP Festival Peradaban  di Sekolah Peradaban Serang 2017

Juara I Hifdzil Hadits Arba’in MUSTAHZAN se-Jabodetabekser di Ponpes Fajrul Karim Cinangka 2017

Prestasi Group:

Juara 2 Lomba Nasyid Olimpiade JSIT Banten Barat 2016

 

  1. Penampilan Tim Nasyid Iltizam Voice.
Olimpiade JSIT Banten Barat 2017 di Al-Qudwah Rangkas Bitung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *